Tol Laut Pelabuhan Tanjung Priok- Pelabuhan Panjang, Lampung: Alternatif Menuju Sumatera

Untuk kalian yang sering bolak-balik Pulau Jawa- Sumatera via darat mungkin sudah paham betul kepadatan Tol Merak dan Pelabuhan Merak kalau lagi musim liburan. Tapi, di libur panjang pergantian tahun ini, gue dan Bena malah merencanakan duo-trip ke Lampung via darat. Nah karena udah kebayang bakal berapa lama di Pelabuhan Merak buat nyebrang ke Pelabuhan Bakauheni, gue ngide untuk nyobain tol laut, dengan Kapal Mutiara Sentosa III yang berangkat dari Dermaga Eks President, Pelabuhan Tanjung Priok. Penasaran saja, apa bedanya dengan kalau dari Pelabuhan Merak.

Agak jauh memang Dermaga Eks President ini. Gue bersama driver gojek pun kudu nanya orang di setiap tikungan gimana cara ke sana dan senangnya karena banyak orang yang bantu. Pemandangan kanan kiri tuh cuma truk kontainer segede-gede rumah yang kalau lagi melintas ngelempar semua debu jalanan ke orang-orang di sekitarnya. Hati ciut seketika.

img_1528

Kapal Roro Mutiara Sentosa III ini hanya ada 3 kali keberangkatan setiap harinya baik dari Priok- Panjang atau sebaliknya. Jam 08.00, jam 16.00 dan jam 00.00. Namun padaย prakteknya keberangkatan paling cepat 2 jam setelahnya. Sama seperti saat ini, kali pertama mencoba, tibalah kami 3 jam lebih awal dari jam keberangkatan. Ruang tunggu hanya berisi kami berdua dan beberapa supir truk yang sedang beristirahat. Dermaga pun didominasi truk, tidak nampak sama sekali kendaraan pribadi.

Jam 23.00, loket dibuka.ย Sedikit kaget di awal dengan harga karcis penumpang yaitu Rp 75.000/ orang karena sebelumnya gue udah googlingdi sini dan harganya masih Rp 55.000/ orang. Gue rasa itu valid karna masih cukup update, Juni 2017. Masih di tahun yang sama. Naik hampir 50%, semoga pelayanan dan fasilitasnya tidak mengecewakan.

Jam 12 kurang, kami mulai masuk dan keliling-keliling, mengamati setiap senti dari kapal itu. Agak-agak norak hehe. Kami sebut itu “inspeksi”. Kapal roro Mutiara Sentosa III ini terdiri dari 4 dek, dek D dan C untuk kendaraan, dek B dan A untuk penumpang. Dek A terdiri dari kapal VIP dan bisnis, Pusat Informasi, kantin dan dapur, serta ruang ABK.

Waktu tempuh tol laut ini kisaran 10-12 jam, sepadan dengan dari Jakarta- Merak-Bakauheni-Bandar Lampung. Tapi mungkin lebih kerasa bosennya aja kali ya, karena gabisa kemana-mana.

Tol laut ini dikelola sama PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang resmi diluncurkan Juni 2016 lalu. Kapal RoRo (Roll On Roll Off) yang digunakan adalah lungsuran dari Jepang, jadi jangan heran kalau arsitektur yang Jepang banget, lengkap dengan beberapa fasilitas seperti vending machine untuk minuman dan mesin cuci yang semuanya dalam bahasa Jepang. Setahun sudah, ya mbok dibongkar gitu, petunjuk-petunjuk juga beberapa masih dalam bahasa Jepang *tepokjidat*. Berkapasitas 800 penumpang dengan 260 kendaraan.

Lanjut ke dek A di paling atas. Ini pemandangan begitu sampai di anak tangga terakhir:

img_1511

Ke kanan ada ruang kontrol, tempat laundry, kamar mandi perempuan, toilet perempuan, kamar mandi laki-laki dan toilet laki-laki. Ya dipisah antara kamar mandi dan toilet. Semua gaya Jepang.

img_1510

Karena tiket kami adalah tiket ekonomi, ruang lesehanlah tempat istirahatnya. Setelah beres-beres, langsung kami istirahat tiduran di lantai ruang lesehan yang disekat-sekat. Capek! Lanjut besok keliling-kelilingnya.

DCIM100MEDIA

Kubertanya-tanya, kapasitas 800 orang…hmm ditaruh dimana aja orang segitu kalau ruang ekonominya secupliknya gini aja. Dan, gadapet makan. Untung kami udah makan di Ruang Tunggu dan bawa bekal minuman oat, tinggal minta air panas di Kantin.

Tidur-bangun-setengah sadar-tidur lagi sampai raga ini benar-benar lelah untuk tidur. Terpaksalah gue bangun dan pemandangannya masih laut. Terombang-ambing. Jam 11 siang sudah. Yey, bentar lagi sampai! Paling tepat emang ambil jadwal keberangkatan malam, biar ga jetlag.

Jam 12.15, kapal mulai masuk Teluk Lampung. Pemandangan bukit-bukit sudah mulai muncul dan…panasnya! Selamat datang di Lampung ๐Ÿ™‚

Sesaat sebelum turun, kami mandi dulu. Lumayan biar ga dekil-dekil amat nanti ketemu teman-teman di Lampung.

Karena penumpangnya bisa dihitung pakai jari, kami turun kapal lewat jalur mobil.

“Mau kemana neng?” tanya petugas pelabuhan dari atas motornya.

“Ke Bandar Lampung nih, Pak. Bisa pesan ojek online dari sini ga ya, Pak?” balas gue.

Thank God, di Lampung ada Go-Jek dan Grab walau belum banyak.

“Wah ojek gaboleh masuk sini, neng. Sini dianterin aja ke pintu pelabuhan. Di sana baru pesan” katanya lagi.

“Tapi kami berdua pak, bawa tas gede-gede pulak.”

“Gapapa, nanti 2 kali balik aja. Jauh soalnya.” Bener sih, didukung udara Lampung yang panas dan debu pelabuhan yang banyaknya bisa dibuat masker, oke terima dengan senang hatilah kami tawaran bapak ini dan emang…jauhh euy!

“Oke pak! Tapi tunggu bentar, boleh tolong fotoin kami dulu? Pemandangannya kapal ini yaaa pak..hehehee”

img_1525

Selamat datang di Lampung!

img_1524

Ini bapak petugas pelabuhan yang anter kami sekaligus motoin. Hehe, makasih ya pak!

Jadi, itu pengalaman kami nyobain tol laut Tanjung Priok- Lampung. Memang publikasinya kurang, gue harap kalau udah lebih banyak peminat nanti, pelayanannya bisa lebih memuaskan. Yang penasaran, sok atuh cobain.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Kalau kalian tipe pejalan hemat, makan lah sebelum masuk kapal, bawa cemilan dan nasi bungkus juga kalau perlu buat besok paginya.
  • Bawaย  Universal Travel Adapter, karena di kapal itu disediakan stop kontak, tapi US type. Ada sih yang biasanya dipakai di Indonesia, tapi kaya cuma 5 gitu. Jadi pasti ngantri.CoverPhoto source:ย https://www.akibanation.com/kenali-jenis-steker-jepang-nggak-kalah-menarik-negerinya/
  • Datang cukup 1 jam sebelum keberangkatan, daripada kelamaan nunggu.
  • Bawa buku bacaan atau hal-hal lain sambil nikmati perjalanan

Info lebih lanjut bisa tanya langsung ke:

RCW Group- Agen Resmi Penyebrangan Tol Laut Tanjung Priok- Panjang

Jln. Kramat Jaya Raya No. 9, Lagoa, Koja, Jakarta Utara

Whatsapp: +62852-1717-9696

Segitu aja, semoga membantu ya!

Cheers!

19 responses to “Tol Laut Pelabuhan Tanjung Priok- Pelabuhan Panjang, Lampung: Alternatif Menuju Sumatera”

    • lantainya dilapisi busa lalu plastik jadi pas diinjek empuk-empuk gimanaa gitu. Yaa anggep aja kasur 5 senti. Bawa pashmina wajib, biar ga malu2in banget pas tidur. LOL.

      • itu cuma nutupin tatapan biar ga saling cinlok ya drey? wkwkwk

        beuh, iyaa, pashmina, masker, keknya wajib. btw ditunggu cerita naik gajahnya, karena ku juga kepengin naik gajah di taman nasionalnya iih >.<

  1. Itu untuk kapalnya yang jalur Tanjung priuk-Panjang tepat waktu ga berangkatnya atau delay?

    “Namun pada prakteknya keberangkatan paling cepat 2 jam setelahnya” maksud ini apa? berangkatnya telat 2 jam dari jadwal berangkat/

    Tapi kok di atas itu tulisnya nyampe jam 12 siang?

    Tolong infonya yah soalnya mau coba juga nih ๐Ÿ™‚

    • Halo, makasih ya udah mampir dan baca ๐Ÿ™‚
      Untuk keberangkatannya maksudnya telat 2 jam dari waktu seharusnya, yang sebelumnya sudah diinfo. Misalnya kan waktu itu aku diinfonya kalau kapalnya berangkat jam 12 malam, tapi ternyata berangkatnya jam 2 pagi. Haha. Idealnya perjalanan Tanjung Priok- Panjang 10 jam. Waktu itu aku nyampe Panjang sekitar jam 12 atau 1 siang gitu. Jadi masih termasuk ideal juga. Cuma ngaret aja berangkatnya.

    • Guncangannya ga terlalu berasa kok, aku bawa tidur aja dari jam 2an pagi, bangun2 udah jam 11 siang aja lalu mandi makan beres2. Enaknya naik kapal ini, selain besar (jadi guncangan ga terlalu berasa), kamar mandi bersih, bisa jalan-jalan keliling kapal, terus orangnya sedikit (kebanyakan pun juga supir truk yang beberapa bawa keluarganya).

      Semoga membantu dan menjawab pertanyaannya ya ๐Ÿ™‚

    • Halo bang Aslan, makasih ya udah mampir dan baca.. Karna waktu itu saya perginya pas pergantian tahun, bukan lebaran jadi relatif lebih sepi. Dari beberapa supir yang saya tanya waktu itu sih ramai juga yang naik kalau pas lebaran, tapi ga sepadat dari Merak. Karena kalau dari Priok ini lebih umum untuk logistik

  2. Halo kakak,
    Kalo boleh tanya, colokan listriknya rame-rame atau sendiri-sendiri ya kaya di kereta?
    Ada internet gratis juga enggak?
    Terima kasih

  3. Nice info๐Ÿ˜
    Btw waktu itu mba beli tiketnya dadakan atau sudah dari h-sekian? Trus beli tiketnya dmn?
    Terimakasih sblmnya๐Ÿ™

Leave a reply to ayas Cancel reply